Kemana perginya cita-cita mulia itu?

Hari pahlawan, mengingatkanku pada masa kecil. Waktu kecil memang waktu murni, pikiran, hati masih polos. Memang setiap tindakan kita pada masa kecil tidak dipikirkan dengan matang. Apa yang terlintas pada pikiran langsung dilakukan, JUST DO IT.
Tapi bukan itu yang akan saya tulis, ini tentang cita-cita kita ketika masih belia. Kala itu cita-citaku adalah jadi pahlawan pembela kebenaran, yah lucu memang tetapi esensinya begitu mulia. Kadang juga aku ingin menjadi tokoh dalam film yang mampu memberantas kejahatan. Contohnya begini, aku ingin jadi ranger merah yang mampu memimpin teman-temannya. Aku ingin jadi wiro sableng yang mempunyai ilmu putih untuk menumpas angkara murka. Hahahahaha, lucu memang kalau dipikir. Mungkin teman-teman juga mengalami hal yang sama.
Meskipun lucu dan konyol (lucu dan konyol apa bedanya ya? hehehe) tapi itu adalah cita-cita yang mulia.
Sekarang kemanakah perginya cita-cita mulia itu? sudah lenyapkah dimakan usia? sudah hilangkah bersama masa?
Seharusnya cita-cita mulia itu tidak kita lupakan, akan tetapi diperbaiki dengan kematangan pikiran.
Mari renungkan cita-cita kita 😀

Advertisements

Tinggalkan komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s